Aa Gym: Manajemen Qalbu “Rumah Hati”

Managemen Qalbu sebening embun

“Kalau kita ingin sukses, kunci pertama adalah jujur. Dengan bermodalkan kejujuran, orang akan percaya kepada kita. Kedua, profesional. Kita harus cakap sehingga siapapun yang memerlukan kita merasa puas dengan yang kita kerjakan. Ketiga, inovatif. Artinya, kita harus mampu menciptakan sesuatu yang baru, jangan hanya menjiplak atau meniru yang sudah ada.”

“Dua kunci menyelenggarakan Manajemen Qalbu: Pertama, biasakanlah sekuat daya untuk melakukan pembersihan atau penelusuran hati ; kedua, senantiasalah berkemauan kuat untuk meningkatkan kemampuan (keprofesionalan) diri dalam bidang apapun.”

Sejuk dan menyentuh. Bahasanya sederhana, populer, praktis, bertenaga, penuh pesona, dan penuh gairah, namun tetap berbobot. Sehingga mudah dicerna kalangan manapun. Itulah K.H. Abdullah Gymnastiar, yang kerap disapa Aa Gym.

Mendengar tutur sapa Aa Gym, kita seolah disadarkan oleh kekhilafan masa lalu, kemudian secara tulus dan ridha berusaha menatap kehidupan masa kini dan masa depan dengan penuh optimis. Kita dituntut untuk menaklukkan rasa pesimis, frustasi dan depresi dalam hidup yang nyaris menyelimuti setiap insan, terutama masyarakat modern.

Berdasarkan visi Aa Gym yaitu menyatukan dimensi dzikir, pikir, dan ikhtiar. Pada dimensi dzikir, sangat menekankan keikhlasan dan ketawakalan. Sedangkan dimensi pikir amat menegaskan pentignya rasionalitas dalam setiap pemikiran dan tindakan. Sementara itu, dimensi ikhtiar berfokus pada etos kerja yang tak mengenal lelah dan pasrah.

Baginya, ketiga fakultas yang melekat dalam “rumah” hati setiap manusia ini tidak pernah bisa dipisahkan. Interaksi sinergis antara ketiganya akan melahirkan kearifan dan ketangguhan. Itulah subsatansi yang disebut konsep Manajemen Qalbu: mengatasi segala jenis persoalan secara tidak emosional dan egois.

Konsep Managemen Qalbu adalah memahami diri kemudian mampu mengendalikan diri setelah memahami benar siapa diri kita sebenarnya. Hatilah yang menunjukkan siapa kita sebenarnya, yang membuat kita mampu berprestasi semata karena Allah SWT. Apabila hati kita bersih, bening, dan jernih, tampaknya keseluruhan perilaku kita juga akan menampakkan kebersihan, kebeningan, dan kejernihan. Penampilan setaip insan merupakan refleksi dari hatinya sendiri.

“Dalam diri manusia terdapat suatu organ. Kalau organ itu baik, baik jugalah seluruh manusia itu; tapi jika ia busuk, busuk pula seluruh manusia itu. organ itu adalah hati.”

Menurut Aa Gym, ada tiga konsep praktis dalam Managemen Qalbu:

Pertama, manusia memiliki potensi. Potensi itu berupa sarana-sarana yang ada di dalam diri seseorang yang berfungsi untuk mengembangkan dan memperbaiki diri. Hanya dengan niat untuk terus memperbaiki diri merupakan anugerah dari Allah itu akan menuju kepada-Nya, menuju suatu keadaan yang lebih baik. Karena kita memiliki tiga potensi berupa jasad, akal, dan kalbu. Hanya dengan hati atau qalbu yang bersihlah potens jasad dan akal itu.

Kedua, setiap potensi kita yang terus diarahkan pada kebaikan akan menjadi sangat efektif daya gunanya apabila dimulai dari diri sendiri. Artinya, perbaikilah diri sendiri terlebih dahulu sebelum memperbaiki orang lain. Apabila ini dapat dilakukan setiap manusia yang sadar akan keadaan dirinya, tentulah akan terjadi sesuatu yang luar biasa.

Ketiga, keadaan-keadaan untuk memperbaiki diri sendiri perlu dibiasakan secara kontinu dan konsisten (istiqomah). Manusia itu pelupa, manusia itu gampang terlena. Manusia itu gampang memilih sesuatu yang menyenangkan. Keadaan menggoda tentu harus dilawan setiap hari, bahkan setiap detik.  Biasakan dirimu untuk mengingat Allah, tentulah Allah akan mengingat dirimu pula. Tidak ada kebiasaan baik yang dimulai dari kemudahan. Kebaikan-kebaikan menuntut perjuangan besar di awalnya.

*Disarikan dari buku “Aa Gym dan Fenomena Daarut Tauhid”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s