Indonesia Mengajar: “Setahun Mengajar Seumur Hidup Menginspirasi”

Judul Buku                  : Indonesia Mengajar

Penulis                        : Pengajar Muda

Penerbit                      : Bentang Pustaka

Jumlah Halaman          : 322 Halaman

Cetakan pertama         : November 2011

Harga Buku                 : Rp. 54.000,00

 

Tunjukkan pada dunia

Mereka bisa… mereka bisa

Tunjukkan pada semua

Mereka bisa … Mengubah dunia

Lihat senyum mereka

Sebait lirik tersebut merupakan salah satu karya pengajar muda dari Gerakan Indonesia Mengajar. Sebuah lagu berjudul “Lihat Senyum Mereka”. Sebetulnya bukan mars Indonesia Mengajar, tetapi menjadi suatu makna tersendiri bagi para Pengajar Muda. Mereka adalah 51 pengajar muda terpilih dari 1.838 calon yang menyatakan siap untuk menjadi guru di daerah terpencil Indonesia. Mereka bukan berasal dari bidang ilmu pendidikan dan keguruan, namun mereka cerdas dan berprestasi.

Pekerjaan mapan, hidup nyaman dan sejahtera bagi diri dan keluarganya, dan peluang kerja bergaji tinggi rela mereka tinggalkan. Mereka lebih memilih berangkat ke pelosok Indonesia. Tepatnya pada hari pahlawan mereka memulai langkah untuk menjadi guru SD di desa-desa terpencil. Tanda pahala para Pengajar Muda itu akan membekas pada prestasi anak-anak dan kemajuan di desa-desa. Mereka yakin bahwa “Setahun Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi”

Gerakan Indonesia Mengajar yang dipelopori oleh Anies Baswedan, Ph. D. ini mengajak putra-putri generasi terdidik, berprestasi, dan memiliki semangat juang untuk menjadi guru selama satu tahun penuh. Sebuah ikhtiar untuk memenuhi janji kemerdekaan Indonesia “Mencerdaskan kehidupan Bangsa”.

Buku ini berisikan deretan kisah para Pengajar Muda. Sebagian dari kisah pengalaman, dan pengamatan para pengajar muda dituliskan melalui blog Indonesia Mengajar selanjutnya dipilih dan dipublikasikan dalam buku ini. Kisah-kisah yang disajikan membuat kita yakin, optimis bahwa masa depan Republik Indonesia yang cerah.

Kisah-kisah yang disajikan Pengajar Muda tidak sekedar tentang mengajar baca tulis hitung saja, mereka mengkisahkan bagaimana nilai-nilai kebaikan yang didapat. Disana mereka juga belajar pada masyarakat asli. Kesulitan, kebahagiaan, tangis, tawa, dan haru biru mewarnai kisah mereka.

Lewat buku ini kita bisa melihat gambaran wajah pendidikan negeri ini. Masih ingat dengan buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata? Ada beberapa kemiripan antara buku tersebut dengan kisah para pengajar muda. Apakah itu keadaan bangunan sekolah, jumlah peserta didik, sifat anak-anak suku pedalaman, jumlah tenaga pengajar, sampai harapan dan impian anak-anak pelosok negeri.

Buku ini terdiri dari empat bab kisah yang saling berkesinambungan dari lima puluh satu pengajar muda. Mulai kisah tentang anak didik mereka, keadaan pendidikan pelosok negeri, tentang sesama pengajar muda, sampai nilai kehidupan yang mereka belum pernah dapatkan sebelumnya. Kisah yang disajikan membuat merinding dan iri kususnya bagi para pegiat pendidikan.

Pada bagian kisah pertama tentang “Anak-Anak didik Pengajar Muda” digambarkan langsung tentang anak-anak pelosok negeri, sifat mereka yang malu-malu pada kenyataannya mereka memiliki potensi seperti Lintang yang ada dalam novel Laskar Pelangi.  Pada bagian kisah kedua tentang “Memupuk Optimisme” yaitu, kisah tentang sebuah rasa optimis baik dalam diri anak-anak, pengajar muda, sampai masyarakat sekitar desa.

Kisah yang berbeda, tidak hanya tentang anak didik Pengajar Muda disuguhkan pada bagian kisah “Belajar Rendah Hati”. Kisah inspiratif lainnya sekaligus menjadi puncak dari kisah-kisah yang ada tergambarkan pada bagian kisah “Ketulusan Itu Menular”. Lengkap sudah perjuangan satu tahun penuh bagi para Pengajar Muda.

Kisahnya terasa begitu ringan dibaca, deskriptif, menarik, dan sarat akan kisah inspiratif. Lebih lengkap lagi karena di halaman belakang ada profil para Pengajar Muda, Sekilas tentang Gerakan Indonesia Mengajar, peta penempatan Pengajar Muda, dan foto dokumenter Pengajar Muda, walaupun terkadang ada foto yang tidak sesuai dengan kisah Pengajar Muda.

Buku ini layak dibaca oleh siapa saja, khususnya bagi para pegiat pendidikan yang sarat akan kisah-kisah inspiratif. Apakah itu kalangan mahasiswa, guru, dosen, dan pihak terkait lainnya dalam dunia pendidikan di negeri ini. Karena sesuai dengan bagian kisah terakhir di buku ini “Ketulusan itu menular”. Bagai ketulusan para pahlawan yang telah gugur demi memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia ini.

Pendidikan bukan sekedar program yang dijalankan pemerintah, sekolah, dan para guru. Pendidikan adalah gerakan mencerdaskan bangsa yang harus melibatkan semua orang. Karena mendidik adalah tugas setiap orang terdidik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s